Seorang Buta di Soppeng, Mengenalku dari Daerah Kelahiran Qahhar

oleh -130 views

Oleh : Suhardi Patontongan, Mahasiswa dari Desa Larelare, Dusun Lapadia, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu

AQMiracle, QahharINSIDE.id — Berbicara Soppeng, saya teringat suatu peristiwa pada tahun 2010 yang membuat saya sampai hari ini terus bertanya-tanya.

Ketika kami mengadakan penelitian mengenai sejarah lokal di Soppeng, suatu ketika saya dan dua teman sedang duduk-duduk di pinggir jalan.

Tak lama kemudian ada bapak-bapak yang umurnya kira-kira 40 tahun, lewat di samping kami. Bapak itu buta, ia dipandu oleh seorang teman untuk pergi ke rumahnya yang tak jauh dari tempat kami nginap.

Setelah lewat di depan kami, si bapak yang buta itu langsung berhenti dan berkata kepada pemandunya, tolong anak itu dibawah ke rumah, si pandu bertanya, Yang mananya pak, ada 3 orang disitu pak.”

Kedua temanku itu berasal dari Bulukumba dan Toraja, Beliau pun menunjuk ke arah saya. Yang saya heran beliau buta tapi tangannya menunjuk tepat ke arah saya. Saya pun sangat kaget, lalu saya ikut ke rumahnya.

Sesampainya di rumahnya, ia berkata kamu dari Luwu kan, tempat dimana pak Qahhar lahir, saya pun semakin kaget, padahal itu pertama kalinya saya ke Soppeng.

Bagaimana caranya ia tahu? Saya pun melanjutkan cerita, dalam hati saya sangat ketakutan. Di jalan menuju rumahnya pun saya terus bertanya. belum sampai cerita panjang lebar tiba-tiba teman kami kesurupan, akhirnya pembicaraan kami terhenti.

Saya minta pamit karena waktu itu saya masih belum tahu apa-apa karena itu baru awal saya masuk kuliah, dan disaat yang sama, saya terus ketakutan dengn kejadian itu, jadi saya tidak kembali lagi ke rumah itu. Kejadian pada 2010 di Soppeng.■

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *