Pengantar: Strategi dan Idiologi Perjuangan Islam

oleh -99 views

Oleh : Abdul Qahhar Mudzakkar, Dari Buku Strategi dan Idiologi Perjuangan Islam (1)

AQMind, qahharINSIDE.id — Bismillahir Rahmanir Rahiem. Kata Pengantar.

Di antara keputusan musyawarah dalam Sidang PUPIR III (Pertemuan Urgentie Pejoang Islam Revolusioner Ketiga), di Sulawesi, yang dihadiri oleh utusan dari Jawa, Sumatera-Aceh, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Tenggara, Tengah, Utara, dan Maluku & Irian Barat, yang berlaku pada tarih 15 sampai 22 Zulqa’idah 1381 H., dan seterusnya pada tarikh 25 sampai 29 Zulhijjah 1381 H, ialah mewajibkan kepada saya untuk menyusun buku kecil, mengupas bentuk Negara Chilafah (Khilafah) dalam Islam, dan juga merupakan penjelasan di sekitar proklamasi berdirinya negara REPUBLIK PERSATUAN ISLAM INDONESIA. 

Memenuhi Amanah itu, maka saya menyusun buku kecil ini dalam bentuk “Catatan Bathin jilid-III, oleh karena (Insya Allah) segala buah pikiran saya yang merupakan “pokok fikiran” dalam soal Strategic dan Ideologie Perjoangan Islam akan selalu saya tempatkan dalam jilid-jilid buku Catatan Bathin.

Buku kecil ini secara khusus saya sumbangkan kepada Golongan Bangsa Jawa, sebagai Golongan Bangsa Indonesia yang terbesar, dan sebagai Golongan Ummat Islam Bangsa Indonesia yang juga terbesar menganut Agama Islam dengan thaat (taat) dan patuh, di samping kedudukannya yang istimewa dan tersendiri sebagai pelopor Perjoangan Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang juga sebagian kecil di antaranya yang mempelopori kehidupan KOMUNIS di Indonesia.

Tujuan/maksud saya menulis buku kecil ini ialah untuk menggalang dan membangkitkan semangat Perjuangan di kalangan ummat Islam ketika Bangsa Indonesia sedang dimabukan gelombang hidup kebendaan di tengah-tengah gelora nafsu jahat. 

Ummat Islam Bangsa Indonesia perlu mawas diri terhadap usaha Golongan KOMUNIS dan NASAKOM yang berusaha keras mematikan pengaruh hidup Islam di Indonesia.

Golongan KOMUNIS yang berusaha keras mematikan pengaruh hidup Islam di Indonesia. 

Sdr. Ahmad Sumarsono dan Kiyai Sulaiman, Perutusan Ummat Islam dari Jawa, yang turut menyatakan proklamasi berdirinya negara REPUBLIK PERSATUAN ISLAM INDONESIA, dengan hormat meminta kepada saya supaya saya berlapang dada dan tulus ikhlas mencabut kata-katar”Penjajahan Jawa”, Anti Jawa, dsb., yang ada terdapat dalam beberapa buku karangan saya. 

Sebagai seorang Muslim, saya tidak akan merasa kecewa dan malu meminta maaf kepada Golongan Ummat Islam sesama saya atas perbuatan saya yang dipandang salah atau melukai hati. Sebaliknya, sebagai seorang Pejoang Islam Revolusioner, tidak ada satupun Ajaran Islam yang mewajibkan kepada saya untuk sujud bertekuk lutut meminta maaf kepada Golongan Manusia NASAKOM dan Komunis yang berpusat di Jawa. 

Firman Tuhan dalam Kitab Suci Al-Qur’an (Surat Al-Fath Ayat 29)

 مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ

(Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir,..)

Berdasarkan itu, maka sekali saya nyatakan banyak maaf kepada sesama Ummat Islam atas segala tutur kata saya yang dipandang kasar dan melukai hati yang ada dalam beberapa buku karangan saya. 

Dalam pada itu dengan tegas pula saya nyatakan bahwa Bangsa Indonesia yang Anti Islam dan yang fanatik Nasakom, fanatik Komunis, adalah musuh saya dhahir-bathin, dunia-akhirat. 

Insya’ Allah! 

Buku kecil ini juga secara khusus saya jadikan pernyataan terima kasih kepada Sdr. Hasbullah Bakry, selaku tanda syukur atas kebajikan usahanya menyusun buku “Nabi Isa dalam Al-Quran dan Nabi Muhammad dalam Bibel”, yang saya jadikan salah satu bacaan dalam menyusun buku kecil ini. 

Juga buku kecil ini saya jadikan pėrnyataan terima kasih kepada Sdr. Abdul Hakiem (H. Versteeden, bekas Pastoor), Sdr. J. W. Gerungan, dan Sdr. Salam Abady Tanduklangi, yang banyak memberi pengertian kepada saya tentang kepalsuan “Paulus”, Nabi Palsu dalam Agama Nasrani dan pertentangan ajaran Kitab-Kitab Injil di antara satu dengan lainnya.

Kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala saya berlindung dari segala macam fitnah jahat di Dunia dan Akhirat, dan kepada-Nya saya berserah diri di waktu siang dan malam. 

Allahuma

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Amien yaa Rabbal ‘Alamien! 

Wassalam. 12 Muharram 1382 H.■ fir/ersambung

*) Sumber copyan buku koleksi Ust Hasan Basri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *