Nabi Muhammad dan Kebenaran Ajaran Islam (2)

oleh -46 views

Oleh : Abdul Qahhar Mudzakkar (AQM), Strategi dan Idiologi Perjuangan Islam (5/Hlm 24-27)

AQMind, QahharINSIDE.id — Dalam abad 20 Masehi, abad nuklir sekarang ini, dimana Al Quran telah mencapai umur 1400 tahun, di mana orang-orang cakap pandai (sarjana) tambah hari bertambah banyak, kita serukan kepada sarjana- sarjana itu, terutama kepada sarjana-sarjana sastra dan hukum, untuk bersama-sama menyusun satu surat atau satu ayat saja yang dapat membandingi keindahan tutur bahasa Al-Quran lengkap dengan kebenaran isi kandungannya, seperti juga ayat-ayat wahyu Tuhan yang ada di dalam AI-Quran itu. 

Jika alim ulama Yahudi dan Nasrani ditambah dengan sekian banyak sarjana sastra dan hukum dapat memperbuat yang demikian itu, maka bolehlah kita akui bahwa Ezra dan Paulus yang benar, dan Nabi Muhammad yang salah. 

Sebaliknya jika ternyata bahwa alim ulama Yahudi dan Nasrani bersama dengan para sarjana pembantu-pembantunya tidak bisa menggantikan keindahan dan kebenaran ayat-ayat Al-Quran, maka mereka itu kita minta jaminan kebenaran, apakah lagi yang hendak mereka perbuat, apakah mereka akan tetap di dalam kesesatan mereka di sepanjang masa, dan atau mereka suka bertaubat menyadari kesesatan mereka selama ini, bersama-sama dengan ummat Islam menegakkan syari’at agama yang diajarkan oleh Tuhan dalam Al-Quran. 

Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berkenan mengampurni dosa kita semua, dan semoga berkenan pula mempersatukan kita semua dalam Keyakinan agama-Nya yang benar, ialah ISLAM, supaya kita semua dapat hidup rukun, bersatu, dan damai, bersama-sama menggalang dunia lersaudaraan, dunia moral, dunia Islam. Insya’ Allah Amien.

Sesudah agak panjang kita memperkatakan kepalsuan dan pengkhianatan ajaran agama Nasrani yang diperbuat oleh Nabi Palsu Paulus, yang terus-menerus menimbulkan keraguan dan pertentangan di kalangan umat Nasrani sejak dahulu kala sampai sekarang, maka dapatlah kita menarik suatu garis kesimpulan bahwa dengan sebenarnya kedatangan Nabi Muhammad SAW membawa kelengkapan syari’at agama Tuhan dalam Al-Quran, terlebih dahulu sudah dinubuatkan oleh Nabi Musa dalam Kitab Taurat dan juga dinubuatkan oleh Nabi Isa dalam Kitab Injil. 

Adapun bantahan dan penolakan Kaum Yahudi dan Kaum Nasrani atas kebenaran ajaran Nabi Muhammad dalam Al-Quran hanyalah disebabkan “sentiment keagamaan” semata-mata, oleh karena: 

1. Nabi Muhammad bukan dari keturunan Bani Israil.

2. Ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad jauh lebih luas, lengkap, lebih sempurna, (meliputi kehidupan manusia di dunia dan akhirat), dari pada ajaran Nabi Musa ‘alaihis salam dalam kitab Taurat dan ajaran Nabi Isa ‘alaihis salam dalam Kitab Injil. 

3. Ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad meliputi segenap lapisan ummat manusia di seluruh permukaan bumi, sedang agama Yahudi dan agama Nasrani hanyalah dikhususkan oleh Tuhan untuk Bani Israil saja. Catatan: Inilah salah satu sebab maka Paulus melakukan pemalsuan dan penggantian ayat-ayat Kitab Injil yang sejati. 

4. Nabi Isa ‘alaihis salam mengakui tetap berlakunya “syariat sunnat” yang ada di dalam Kitab Taurat, yang juga ada di dalam Al-Quran, yaitu lanjutan “Hukum Sunnat” ajaran Nabi lbrahim. Akan tetapi Paulus tidak suka disunat, menyebabkan Paulus menolak dan membathalkan Syariat Sunnat yang ada di dalam Kitas Taurat itu. Catatan: Ini pula salah satu sebab maka Paulus melakukan pemalsuan dan penggantian ajaran Nabi Isa dalam Kitab Injil yang sejati. 

5. Islam sangat mengutamakan ketinggian moral (akhlak). Sebaliknya Paulus menghancurkan moralisme agama Nasrani dengan jalan membantah dan mengkhianati ajaran Nabi Isa bahwa “Syari’at Taurat” tetap berlaku bagi penganut Agama Nasrani. (Matius 5 : 17 dan 18). Tetapi Paulus sebaliknya mengatakan bahwa “Syari’at Taurat” telah digantikan dengan “Iman” pada pensaliban Yesus untuk menebus dosa manusia. 

Catatan: Inilah sebabnya maka Dunia Kristen yang ada sekarang pada umumnya dikuasai “krisis moral”, sebab penganut-penganutnya tidak lagi merasa malu dan takut memperbuat segala macam dosa, oleh karena ajaran lalsu Paulus kepada umat Nasrani bahwa segala macam dosa yang diperbuat oleh manusia di muka bumi int terlebih dahulu sudah ditebus dengan “Iman Penyaliban Yesus”, yang diajarkan dan diyakinkan sendiri oleh Paulus.

Sedang sebahagian alim ulama Nasrani tetap meragukan “Penyaliban Yesus”, di mana ummat Islam juga tidak percaya bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam mati disalib. 

Dan sekarang tibalah kita pada akhir pokok persoalan “Kekacauan Masyarakat Dunia”, di mana kita menarik kesimpulan seperti berikut: 

▪ Bahwa disebabkan GOLONGAN LIBERALIS memper-Tuhan “ratio”, memperbudak diri kepada benda mati dan kasar, dan melemparkan agama dari segala urusan negara.

▪ Bahwa disebabkan GOLONGAN KOMUNISME mengingkari Tuhan Yang Maha Esa, mengingkari kehidupan Rohani, memper-Tuhan “ratio”, memperbudak diri kepada benda mati dan kasar, dan memusuhi Agama. 

▪ Bahwa disebabkan GOLONGAN NASIONALISME picik dan sempit, melemparkan agama dari segala urusan negara, dan Golongan Nasionalisne ini sama sekali tidak mempunyai “definisi” Kebangsaan, tidak mempunyai unsur landasan kenegaraan. 

▪ Bahwa disebabkan GOLONGAN AGAMAIS (di luar Islam), mengingkari ke-Esaan Tuhan, mempersekutukan Tuhan dengan segala dewa, latung, dan sebagainya, dan merusak ajaran agama Tuhan dalam Kitab Taurat dan Injil yang sejati.

Maka timbullah berbagai macam kerusakan pergaulan hidup manusia di muka bumi, dan keempat golongan itulah yang menjadi “dalang” kekacauan masyarakat dunia, keempat golongan itulah yang menjadi pelopor dunia centang perenang yang ada di muka kita sekarang ini.■ fir/bersambung

*) Sumber copyan buku Strategi dan Idiologi Perjuangan Islam, koleksi DR KH Hasan Basri Rahman MBA MA (Presiden Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional/PPMI,Ketua Umum DPP Ikatan Alaumni dan Keluarga As Sa’diyah (IKAKAS) Se Indonesia dan Pimpinan Ponpes Tahfizul Qur’an Ukhuwah Muslimin Pusat Gowa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *