Nabi Muhammad dan Kebenaran Ajaran Islam (1)

oleh -37 views

Oleh : Abdul Qahhar Mudzakkar, Strategi dan Idiologi Perjuangan Islam (4/Hlm 24-27)

AQMind, QahharINSIDE.id — Semua orang yang mau melihat keadaan pribadi Nabi Muhammad Salallahu alaihi wasallam.  dengan segala hormat kita persilahkan belajar tarikh Islam.  Jalan praktis bagi bangsa Indonesia untuk mempelajari keadaan pribadi Nabi Muhammad SAW.  

Dapat dilalui dengan jalan membaca buku: “Peri Hidup Muhammad Rasulullah SAW, karangan Zainal Arifien Abbas. Sebelum Nabi Muhammad datang membawa Al-Quran, terlebih dahulu sudah dipersaksikan oleh Nabi Musa kepada Bani Israil dalam Taurat dan oleh Nabi Isa dalam Injil, umpamanya: 

1. Dalam taurat (Perjanjian Lama) tersebut dalam Kitab Ulangan 18:18. “Bahwa Aku (Allah) akan menjadikan mereka itu seorang Nabi dari antara segala saudaranya (berasal dari keturunan Ismail saudara Ishaq) seperti engkau (Musa), dan Aku (Allah) akan memberi segala Firman-Ku dalam mulutnya dan diapun akan menyampaikan kepadanya segala yang Kusuruh akan dia”. 

Kata-kata “seorang nabi dari antara segala saudaranya”, tersebut dalam kitab Taurat seperti di atas ini, terang dan nyata ditujukan kepada pribadi Nabi Muhammad, sebab Nabi Muhammad dari keturunan Nabi Ismail (Bangsa Arab) dari keturunan Nabi Ibrahim, bersaudara: dengan Nabi Ishaq dari keturunan Nabi Yacub (Bani Israil) dari keturunan Nabi Ibrahim pula.  

Dan kata-kata “yang seperti engkau” (Musa), jelaskan dan terang ditujulan pula kepada pribadi Nabi Muhammad, sebab di belakang Nabi Musa tidak ada nabi lainnya yang datang membawa pembaharuan ajaran Agama dengan syari’at-syari’at baru selain dari Nabi Muhammad.

Dalam hal itu telah ditegaskan oleh Tuhan dalam Taurat tersebut dalam Kitab Ulangan 34:10, dengan Firman-Nya: “Maka di antara orang-orang Israil tlada bangkit pula seorang nabi yang seperti Musa, yang dikenal oleh Tuhan muka dengan muka.”

Isi Taurat dalam Kitab Ulangan tersebut di atas ini lebih tegas lagi menandaskan bahwa di belakang Nabi Musa tidak akan datang lagi seorang Nabi dari kalangan Bani Israil membawa syariat agama yang baru, seperti komentar syariat agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an.  

Atas itu semua maka nyata dan terang bahwa Nabi yang akan datang menyampaikan segala Firman Tuhan dari mulut nabi yang dinyatakan dalam kitab Taurat tersebut dalam Kitab Ulangan 18:18 adalah Nabi Muhammad, tidak bisa lain.  

2. Dalam Injil (Perjanjian Baru) tersebut dalam Kitab Matius 3: 1, 2, dan 3, berbunyi: “Pada zaman itu datanglah Yahya Pembaptis mengajar di padang belantara Yudea.  Katanya: Bertobatlah kamu, karena “Kerajaan Syorga sudah dekat”.  Karena inilah dia, yang mengatakan komentar oleh Nabi Jesaya: “Suara orang yang berseru-seru di padang belantara, sediakanlah jalan Tuhan, luruskanlah segala lorongnya”.  

Dan lagi dalam Injil tersebut dalam Kitab Yahya – 16: 7-14, berbunyi: “Tetapi aku ini mengatakan yang benar kepadamu, bahwa berfaedıhlah bagi kamu jikalau Aku pergi, karena jikalau tiada aku pergi, tiada “Penolong”  itu akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, Aku akan menyuruhkan dia kepadamu.  

Apabila ia datang maka maka akan menerangkan kepada isi dunia ini dari hal dosa dan keadilan dan hukuman. Dari hal dosa sebab tiada mereka itu percaya akan daku, dari hal keadilan, sebab aku pergi kepada Bapak dan tiada lagi kamu melihat aku, dari hal itu sebab Penghulu Dunia ini sudah digunakankan.

Banyak lagi perkara yang aku ingin perkatakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu mengatur dia. Akan tetapi ketetapan ia sudah datang, yaitu “Roh-roh Kebenaran”, maka iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran, karena tiada ia menyatakan kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya, dan dikabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang.  

Maka ia akan memuliakan aku, karena ia akan mengambil dari pada hak aku, lalu mengabarkan kepadamu.  

Segala ‘Alim-‘Ulama Nasrani yang berfikiran sehat dan jujur ​​menafsirkan Ayat-ayat Injil Matius 3: 1, 2, dan 3, dalam kata-kata: “Kerajaan Syorga sudah dekat” dan “berseru-seru dipadang belantara”, pasti akan mengungkapkan kebenaran kata-kata itu bahwa yang “Kerajaan”  Syorga sudah dekat “, dan” berseru-seru di padang belantara “tidak bisa lain dari Nabi Muhammad, sebab Nabi yang datang di belakang Nabi Isa hanyalah Nabi Muhammad, sebab Nabi yang datang di belakang Nabi Isa hanyalah Nabi Muhammad, lahir di tengah padang belantara (Sahara) Arab, datang membawa kelengkapan syariat aqama dengan hukum-hukum pergaulan hidup manusia (di dunia) dalam segala sudut.  

Jika umat Nasrani membelokkan “nubuat” itu kepada pribadi Paulus, maka tegas tandas kita katakan: jauh panggang dari buku, jauh dari langit dari bumi, jauh Paulus dari kebenaran dan Kerasululan sebab Paulus bukan datang membawa syari’at-syari’at agama dalam agama Nasrani, tetapi malahan Paulus datang mengacaukan Ummat Nasrani, Paulus datang membatalkan hukum syari’at Taurat, Paulus datang membatalkan dan menukar-gantikan ajaran-ajaran Nabi Isa yang tidak sesuai dengan kehendak Paulus itu sendiri, menyebabkan umat Nasrani menyeleweng, umat Nasrani menjadi ragu dan bimbang mengikuti segala isi Kitab Injil yang penuh pertentangan antara satu dan lainnya, seperti kita lihat dalam masyarakat dunia Nasrani (Kristen) dewasa ini.  

Selanjutnya kata-kata Nabi Isa dalam Injil Yahya 16: 7-14, yang mengatakan bahwa nabi yang akan datang di belakangnya, yaitu “Penolong”, Roh-Kebenaran “, tidak akan datang sebelum Nabi Isa pergi, dan nabi yang akan datang  itu akan mengajarkan tentang hal dosa, keadilan, hukum syari’at agama, akan memuliakan Nabi Isa, dan tiada memperkatakan sesuatu yang tidak benar, tidak suka berdusta, kesemuanya sangat cocok dengan keadaan pribadi Nabi Muhammad, sebab tidak ada seorang manusia di belakang  Nabi Isa yang memperbuat segala soal yang diperkatakan Nabi Isa itu selain dari Nabi Muhammad.

Kejujuran dan Kebenaran Nabi Muhammad atas segala hukum syari’at agama dan dalam segala yang diperkatakannya, seperti yang dinubuatkan oleh Nabi Isa itu, langsung  dipersaksikan oleh Tuhan dalam Al-Qur’an, tersebut dalam Surah An-Najmu Ayat 3 dan 4, berbunyi: 

 وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ 

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌ يُوحَىٰ

Tiada dia (Muhammad) berkata-kata menurut hawa nafsunya diri, melainkan dia menurut wahyu yang disampaikan Allah kepadanya.  

Di antara nantahan dan penolakan golongan ‘alim-ulama Nasrani dan pendekar-pendekar pena sunia barat antara kebenaran ajaran Nabl Muhammad dalam Al-Quran, karena mereka menuduh bahwa segala kata-kata Nabi Muhammad, perintah ajaran agama Yahudi dan ajaran agama Nasrani, yaitu buah pikiran dalam perjalanannya dua kali perjalanan ke Damsyik (Suriah).  

Demikian tuduhan ‘alim-‘ulama Nasrani, dunia barat, kepada Nabi Muhammad dan Al-Qur’an.  

Dalam tuduhan mereka yang tidak beralasan itu, mereka lupa bahwa isi Al-Quran jika dibandingkan dengan isi Taurat dan Injil, sebagian dari isi Al-Quran, meskipun isi Taurat dan Injil itu sudah menyimpan banyak yang ditukar-gantikan dan ditambah oleh buah fikiran dan tangan manusia yang kotor.  

Dalam Al-Qur’an ada satu Firman Tuhan dalam Surat Al-Baqarah Ayat 23, berbunyi: 

 وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ 

Wa ing kuntum fī raibim mimmā nazzalnā ‘alā ‘abdinā fa`tụ bisụratim mim miṡlihī wad’ụ syuhadā`akum min dụnillāhi ing kuntum ṣādiqīn 

Artinya secara bebas: Dan jika kamu (Hai Bani Israil, Kaum Yahudi dan Nasrani), ragu-ragu atas segala isi Al-Quran yang Kami (Allah) turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka cobalah kamu bikin satu surah yang dapat membandingi Al -Quran itu, dan datangkanlah segenap pembantu-pembantu kamu yang cakap-pandai selain dari Allah, jika kamu tergolong orang-orang yang benar.■ fir/bersambung

*) Sumber copyan buku koleksi DR KH Hasan Basri Rahman MBA MA (Presiden Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional/PPMI,Ketua Umum DPP Ikatan Alaumni dan Keluarga As Sa’diyah (IKAKAS) Se Indonesia dan Pimpinan Ponpes Tahfizul Qur’an Ukhuwah Muslimin Pusat Gowa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *