Islamisasi oleh Qahhar di Perbatasan Enrekang-Toraja Dinilai Untungkan Kristen

oleh -70 views

KONTROVERSI, QahharINSIDE.id — Sebuah artikel diposting oleh akun facebook “Suku Rongkong” antara lain membahas proses islamisasi yang dilakukan Abdul Qahhar Mudzakkar di setiap wilayah yang dikunjungi, khususnya di Sulsel ini. 

Dideskripsikan swbagai kebengisan Qahhar dalam mengIslamkan orang pada waktu itu. Kami dari keluarga, simpatisan dan tim Qahhar INSIDE melihat tulisan seperti ini dibuat oleh beberapa tim yang berbeda keyakinan dan muslim tapi pandangannya keliru.

Katanya Islamisasi Qahhar penuh dengan kekerasan bahkan orang yang tidak mau masuk Islam banyak yang dibunuh. Jadi Islamisasi yang dilakukan Qahhar itu Wajib. Kalau tidak akibatnya akan lebih buruk. 

—☆☆☆—

Di group WA Qahhar Mudzakkar Community dan keluarga mendiskusikan khusus terkait tudingan ini. 

Padahal seperti diutarakan salah seorang anggota group, Ridwan, meyakini betul Abdul Qahhar Mudzakkar sangat paham dalam pandangan Islam yang mengatakan “Tidak ada paksaan dalam beragama”

Dan salah seorang putra Qahhar, Bukhari Qahhar Mudzakkar mengatakan artikel yang menyudutkan orangtuanya dipastikan tak ilmiah dan disertai data. “Apalagi prinsip di dalam Islam yang diperjuangkan Qahhar menegaskan La kum dinikum waliyadin,” tegasnya.

Pendapat serupa diutarakan Rahman. Ia mengungkapkan dirinya pernah meneliti di salah satu desa di Enrekang, dan keturunan keluarganya sendiri adalah orang-orang yang kemudian menjadi Islam setelah hadirnya DI/TII di desa itu.

“Saya selama setahun melakukan penelitian di perbatasan daerah Enrekang-Toraja dan menemukan fakta bahwa sebenarnya awalnya pasukan Qahar meminta masyarakat khusunya di Toraja untuk meninggalkan Aluk Todolo dan memilih agama antara Islam atau Kristen,” ujarnya.

Tapi ketika gerakan Qahhar bergabung dengan DI/TII tahun 1953, lanjut Rahman, di saat itulah Qahhar dan pasukannya hanya menginstruksikan agar memilih satu agama saja yaitu Islam.

Data pemilihan agama itupun diperkuat dengan hasil wawancarai Pendeta Sulaiman Manguling di Kesu Toraja. Pendeta Sulaimanmenyebut bahwa karena adanya pemilihan agama itu, Qahhar dan pasukannya justru menjadi perantara banyaknya masyarakat Toraja yang memeluk Kristen.

Pemilihan agama Kristen oleh orang Toraja karena dianggap paling dekat dengan ajaran Aluk Todolo.

Terkait sejarah pemilihan agama ini di Toraja, dapat disimak di buku tulisan pendeta Hermin Lambe Sangka berjudulnya Rumah Seratus Jendela. Keturunan keluarga Sangka, adalah keluarga yang dibawa masuk ke pedalaman hutan Rongkong.

Memang diakui belum banyak ulasan tentang bagaimana proses Islamisasi yang dilakukan Qahhar di Sulsel. Ceritanya hanya didengar dari orang-orang tua dulu. 

“Sangat perlu pelurusan sejarah membahas khusus tentang ini agar generasi selanjutnya tidak keliru dengan sejarah yang bisa jadi dibuat-buat oleh kelompok yang tidak senang dengan perjuangan Abdul Qahhar Muzakkar,” ujar Ridwan.■

*) Diolah dari diskusi di group WA Qahhar Mudzakkar Community

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *