(Hakikat) Golongan Liberal, Komunis dan Nasionalis

oleh -198 views

Oleh : Abdul Qahhar Mudzakkar, Strategi dan Idiologi Perjuangan Islam (3/Hlm 8-9)

AQMind, QahharINSIDE.id — Di dalam buku-buku kecil Catatan Bathin Jilid-II, Konsepsi Negara Demokrasi Indonesia, Program Politik Revolusi Dunia Islam, Revolusi Ketatanegaraan Indonesia menuju Persaudaraan Manusia, berturut-turut telah kita kemukakan bahwa GOLONGAN LIBERALISE dan GOLONGAN KOMUNISME yang mempertuhankan “rasio” dan mem- perbudak diri kepada benda mati dan kasar, tidak pernah bisa membebaskan manusia dari kekacauan dan peperangan. 

Dengan semangat hidup “kebendaan” yang mempertuhankan rasio, liberalisme dan komunisme akan selalu berlomba mencapai keunggulan, tekhnik, menciptakan mesin-mesin raksasa untuk memproduksi sebanyak-banyaknya barang kebutuhan hidup masyarakat kekuasaannya, menyebabkan Liberalisme dan Komunisme dalam pertumbuhan hidupnya musti menimbulkan penindasan baru, menimbulkan kekacauan dan keributan-keributan baru, yang akhirnya berpuncak pada peperangan dahsyat menghancurkan Ummat Manusia. 

Kita kenal dan kita akui bahwa Liberalisme yang merajai dunia barat dewasa ini benar mempunyai perbedaan dengan Komunisme, sebab Liberalisme dunia barat mengenal agama sedang Komunisme tidak mengenal agama, Komunisme mengingkari Tuhan. 

Akan tetapi Liberalisme hanya mengenal agama secara dhahir, Liberalisme tidak mengindahkan “moralisme agama”, dan karena itu LIBERALISME dan KOMUNISME sama saja, kedua-duanya merusak pergaulan hidup manusia, kedua-duanya mengacaukan kehidupan budi-kemanusiaan.

NASIONALISME 

Golongan dunia Nasionalisme sama dengan Liberalisme pada dasar hidup kenegaraannya, yaitu mengenal agama, tetapi memusuhi moralisme agama, melemparkan agama di luar pagar negara. 

Dunia Lberalisme barat melemparkan agama di luar pagar negara tidak mengherankan, sebab agama Nasrani yang dianut oleh dunia barat pada umumnya memang tidak mempunyai unsur landasan kenegaraan. 

Indonesia dengan semangat nasional gadungannya yang golongan dunia Nasionalisme yang banyak terdapat di Asia dan Afrika, melemparkan agama ke luar dari pagar negara adalah disebabkan beberapa faktor di antaranya: 

1. Kepicikan dalam Ilmu pengetahuan Agama. 

2. Kegemaran menjiplak romantisme dunia barat. 3. Pengaruh jahat Feodalisme dan Madzhab dalam Agama. 

4. Nafsu kebesaran hidup duniawi. Dan sebagainya.

Contoh dekat dapat kita lihat, ialah golongan Sukarno di Indonesia dengan semangat nasional gadungannya yang picik dan sempit, di mana go- longan Sukarno meraung sebesar suaranya, berteriak setinggi langit, membanggakan diri sebagai orang beragama, tetapi mati-matian menolak ajaran agama sebagai dasar hidup negara. 

Dalam kata lain bahwa golongan nasionalis gadungan adalah golongan yang bertujuan baik dalam perjuangan hidupnya, golongan yang bercita-cita luhur untuk menentukan nasib hidupnya sendiri, akan tetapi disebabkan kehilangan “pedoman hidup” dalam perjuangan mencapai tujuannya, menyebabkan golongan ini selalu jatuh tersungkur dalam berbagai macam kekacauan, kejahatan, kebejatan dan peperangan.■ fir/bersambung

*) Sumber copyan buku koleksi DR KH Hasan Basri Rahman MBA MA (Presiden Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional/PPMI,Ketua Umum DPP Ikatan Alaumni dan Keluarga As Sa’diyah (IKAKAS) Se Indonesia dan Pimpinan Ponpes Tahfizul Qur’an Ukhuwah Muslimin Pusat Gowa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *