Berangkat dari Pondok Pesantren, Ustaz Aziz masih seperti dulu

oleh -17 views

Senator DPD RI yang telah menjabat selama 3 periode ini telah akrab dikalangan masyarakat Sulawesi Selatan, dengan penampilannya yang khas dan sederhana bahkan jauh dari kesan mewah. Ustaz Aziz sebutan yang kerap diucapkan oleh Masyarakat Sulawesi Selatan ini berangkat dari Pondok Pesantren dan satu-satunya Kader Pesantren yang hadir sebagai salah satu Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, berpasangan dengan Calon Gubernur Nurdin-Halid.

Sosok pendiri Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar itu masih seperti dulu, tampil dengan kesederhanaan yang terus tampak, baik saat masih menjadi aktivis mahasiswa, maupun setelah menjadi senator di DPD RI.

Meski selalu tampil apa adanya, Ustaz Aziz punya keistimewaan tersendiri jika dibandingkan dengan tujuh sosok lainnya yang maju dalam Pilgub Sulsel 2018. Nurdin Halid, Agus Arifin Nu’mang, Tanribali Lamo, Nurdin Abdullah, Andi Sudirman Sulaiman, Ichsan Yasin Limpo serta Andi Mudzakkar, hanya Ustaz Aziz yang merupakan kader pondok pesantren.

“Kandidat lainnya ada yang berlatar belakang politikus, birokrat, purnawirawan atau pengusaha, tapi hanya Ustaz Aziz yang dari jebolan pondok pesantren,” ucap Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel Ashar Arsyad.

Ashar menilai, Ustaz Aziz sebagai kader pondok pesantren telah menunjukkan bentuk pengabdiannya selama ini. Memperjuangkan kesejahteraan bagi umat alias masyarakat.

“Beliau kembali berkompetisi di Pilgub Sulsel tahun ini, juga sebagai bentuk menjawab panggilan atau amanah menyejahterakan umat,” ucal Ashar.

Ustaz Aziz pada beberapa kesempatan pun telah menjelaskan keputusannya menerima pinangan Nurdin Halid untuk berpaket di Pilgub. Alasan ideologis menjadi pertimbangannya, bukan karena kekuasaan.

“Saya tidak murahan dalam berpolitik. Saya tidak bermaksud berpolitik untuk memperkaya diri, walau sudah tiga periode (jadi senator) sampai sekarang tidak punya rumah di Sulsel,” ungkap Ustaz Aziz saat berkunjung ke Kabupaten Bone, Kamis (1/2/2018).

“Ketika saya putuskan atas diskusi panjang selama enam bulan, baru kami sepakat berpasanagn, kami berpasangan bukan karena motivasi kekuasaan,” kata Ustaz Aziz menegaskan.

Ustaz Aziz juga mengungkapkan perasaan lega, karena diberi kepercayaan oleh Nurdin Halid untuk bebas melaksanakan seluruh program perbaikan aqidah dan keumatan kepada masyarakat Sulsel jika terpilih nanti.

“Saya lega sebagai orang pesantren, NH katakan kalau urusan agama, urusan itu ustaz (Aziz). Tidak perlu diskusi panjang terkait itu. Jadi kalau mau dakwah, berantas buta huruf, hadirkan penghapal, majukan pesantren, saya dipersilahkan,” pungkasnya. (BOB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *